Diduga Utamakan Deposit, Pelayanan RS Betha Medika Disorot Keluarga Pasien Kecelakaan

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 10:17 16 Admin2

Dimensitv.com – Sukabumi Raya – Dugaan pelayanan yang tidak optimal di RS Betha Medika menjadi sorotan setelah keluarga pasien kecelakaan lalu lintas mempertanyakan prosedur penanganan medis yang diterapkan pihak rumah sakit.

Peristiwa ini bermula dari insiden kecelakaan tunggal yang dialami seorang pemuda bernama Aditya di kawasan Jalan Lingkar Selatan Mangkalaya, Minggu (19/04/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban kemudian dilarikan oleh keluarga ke RS Betha Medika untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut keterangan pihak keluarga, setibanya di rumah sakit, korban langsung diterima oleh petugas. Namun, keluarga mengaku diminta untuk membayar uang jaminan (deposit) sebesar Rp6,5 juta sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

Baca Juga :  Saatnya Putra Terbaik Kota Tangerang Menjadi Walikota Tangerang 2024-2029

“Kami diminta deposit terlebih dahulu, belum ada penjelasan terkait penggunaan BPJS atau Jasa Raharja,” ujar Ucup, perwakilan keluarga pasien, saat ditemui pada Selasa (21/04/2026).

Setelah deposit dibayarkan, keluarga menyebut sekitar dua jam kemudian pasien justru dirujuk ke RS Syamsudin SH untuk penanganan lebih lanjut. Kondisi ini memicu pertanyaan dari pihak keluarga terkait prosedur yang dijalankan.

Tak hanya itu, keluarga juga mempertanyakan rincian biaya yang diberikan pihak rumah sakit. Dari total deposit Rp6,5 juta, disebutkan muncul tagihan sebesar Rp3.290.000 yang masih menyisakan kebingungan terkait mekanisme pengembalian atau perhitungan biaya.

Baca Juga :  Miris, Rumah Warga Masyarakat Kampung Salapajang Kec.Cikulur Butuh Bantuan Para Dermawan

Merasa ada kejanggalan, pihak keluarga bersama sejumlah awak media mendatangi rumah sakit untuk meminta klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, Humas RS Betha Medika, Nurul, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit menjalankan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku, termasuk terkait permintaan deposit kepada pasien.

“Kami menjalankan SOP yang ada, termasuk terkait jaminan atau deposit. Untuk rincian biaya, akan kami komunikasikan lebih lanjut dengan manajemen,” ujar Nurul.

Baca Juga :  Depo Pertamina Terbakar Ada Sekitar 20 Orang Luka Berat Dan 4 Orang Meninggal

Namun demikian, pihak keluarga menilai bahwa dalam kondisi darurat, penanganan medis seharusnya menjadi prioritas utama sebelum aspek administratif.

“Kami hanya berharap ke depan, penanganan pasien bisa lebih mengutamakan keselamatan,” ungkap Ucup.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Betha Medika belum memberikan keterangan resmi lanjutan terkait mekanisme deposit, sistem rujukan, maupun klarifikasi rinci atas biaya yang dipersoalkan.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menyoroti pentingnya transparansi pelayanan kesehatan, khususnya dalam situasi darurat, agar hak-hak pasien tetap terlindungi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Penulis: Suhendi

Editor: Pamungkas

Sumber: (Keluarga Korban)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA