Dimensitv.com – Tangerang – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang kembali menggelar kegiatan pembinaan keagamaan Islam melalui pembacaan Surah Yasin, Tahlil, dan Maulid Barzanji di Masjid Baitussalam Rutan Kelas I Tangerang, Kamis (17/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan membentuk karakter positif warga binaan.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti 98 warga binaan, yang terdiri dari 68 narapidana dan 30 tahanan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pembacaan doa serta lantunan Maulid Barzanji dengan penuh kekhusyukan.
Pelaksanaan kegiatan mendapat pendampingan langsung dari Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Tahanan (Kasubsi BHPT), Rini Mauliani, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Program pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu upaya Rutan Kelas I Tangerang dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta membangun kesadaran moral warga binaan sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.
“Pembinaan keagamaan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan sarana untuk membentuk karakter, meningkatkan kesadaran diri, serta menanamkan nilai-nilai moral kepada warga binaan. Kami berharap melalui kegiatan pembacaan Yasin, Tahlil, dan Maulid Barzanji ini, warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka mampu menjalani kehidupan yang bermanfaat dan taat pada aturan,” ujar Irhamuddin.
Menurutnya, pembinaan spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pemasyarakatan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi kembali di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Tangerang terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berkualitas, baik dalam aspek kepribadian maupun kemandirian, sebagai wujud pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.
(Sheftia)
Tidak ada komentar