King Badak : Presiden Prabowo Kecolongan Lantik Penjabat Korup, Silmy Karim Terima Rp 100 Juta Perminggu Tiap Jum’at Dari Urus Izin Tinggal WNA

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 14:11 27 Dimensitv

Dimensitv.Con – Lebak – Ketua KPK Setyo Budiyanto Membongkar Dugaan Pemerasan Yang Melibatkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim Terkait Pengurusan Izin Tinggal Warga Negara Asing

“Silmy Karim menerima jatah rutin sebesar Rp100 juta per minggu (setiap hari Jumat),” Tegas Setyo saat memberikan keterangan Pers. Kamis, (04/06/2026)

Praktik ini disebut dilakukan secara sistematis, dengan Silmy menginstruksikan jajaran di bawahnya mulai dari direktur hingga staf untuk menarik biaya ekstra dari WNA maupun biro jasa yang kemudian ditampung melalui rekening pengepul.

“Untuk setiap dokumen permohonan izin tinggal yang diproses, setiap klik ada harganya,” Ungkap Setyo menjelaskan modus penarikan biaya tersebut.

Skandal ini disebut telah berlangsung 4 tahun sejak Silmy menjabat sebagai Dirjen Imigrasi hingga menjadi Wamen.

Baca Juga :  SPMB SD 2026 di Lebak Mulai Disosialisasikan, Jalur Domisili Jadi Prioritas

“Selama periode 2022-2026, para pihak di Dirjen Imipas/Kementerian Imipas menerima sekurang-kurangnya mencapai Rp145,5 miliar,” Tutup Setyo.

Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 2026, Silmy Karim tercatat memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp234,5 miliar.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas Ketum FRIC H. Dian Surahman Kunjungi Mabes Polri

Sementara, King Badak mengatakan ,kalau KPK telah mengendus sejak sebelum pelantikan kabinet merah putih memberikan masukan atau melaporkan kepada Presiden Prabowo untuk menjadi bahar rujukan atau pertimbangan track recod seseorang yang akan dilantik menjadi pejabat tinggi negara di kabinet,apakah bersih atau terjangkit virus korup.

” KPK harusnya memberikan laporan kepada pak presiden prabowo setiap orang yang akan dilantik menjadi menteri, wakil menteri atau pejabat negara di kabinet agar di jadikan pertimbangan layak dan tidaknya menjadi pejabat tinggi negara, pak preseiden juga mestinya memberikan rekomendasi kepada KPK untuk menelisik trak record seseorang calon mentri, wakil mentri atau pejabat yang akan dilantik,” Kata King Badak Aktivis Banten.
(Tim/Irwan)

Baca Juga :  Semangat Baru Para Pengurus Organisasi GRIB Jaya PAC Kecamatan Legok Sukses Gelar Pemantapan Susunan Kepengurusan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA