Serang – Di usia senja seorang lansia, Sarmini (71), Warga Kp. Cinde, RT 06 RW 02, Desa Bojong Catang, Kecamatan Tunjung Teja, bertahan hidup di sebuah rumah dengan kondisi yang memperhatinkan.
Beginilah potret kehidupan salah satu warga di Kabupaten Serang, dengan alasan ekonomi ia hidup di tengah keterbatasan bersama anak dan cucunya. Tidak jarang mereka harus menahan dingin dan panas akibat cuaca panas terik dan guyuran hujan.
Menurut Sarmini, ia bersama satu anaknya dan cucunya sudah tinggal di rumah tersebut sudah puluhan tahun yang lalu, keterbatasan ekonomi membuatnya tidak sanggup untuk membangun rumah mereka.
”Mendiami rumah ini sudah puluhan tahun, untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup apalagi untuk memperbaiki rumah, kita sangat kesulitan karena keterbatasan biaya,”kata Sarmini dengan penuh rasa haru, Kamis (20/11/2025).
Sarmini sebetulnya memiliki 4 orang anak, namun hanya 1 yang saat ini tinggal bersama mereka. Sementara 4 orang anak lainnya sudah berumah tangga dan memilih untuk tinggal bersama pasangannya masing -masing.
Rasa takut kerap menghantui lansia yang sudah di tinggal almarhum suaminya itu, Terlebih jika musim penghujan disertai angin kencang tiba. Bagaimana tidak, rumah yang sudah mengalami kerusakan di mana-mana itu rentan roboh jika terkena angin kencang.
“Jika musim penghujan air masuk semua kedalam rumah membuat ruangan licin dan di genangi air, karena kondisi atap sudah rusak begitupun lantai yang beralaskan tanah tanah, kita hanya bisa berdo’a semoga tidak ambruk,” ungkapnya.
Kini Sarmini hanya berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Serang dapat membantu memperbaiki rumah yang menjadi pelindung dari panas matahari dan guyuran hujan bersama sang anak dan cucunya.
”Harapannya mah di bangun biar bisa hidup nyaman, tidak khawatir roboh menimpa,” imbuh Sarmini dengan penuh harap.
Sementara Bendahara Desa Bojong Catang, Wahyu menyebut, pihaknya sudah berupaya mengajukan bantuan perbaikan rumah milik Sarmini tersebut, namun hingga kini belum terealisasikan.
“Dari desa, kami sudah mengajukan proposal perbaikan kepada Pemerintah Daerah melalui Baznas, cuman sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ucapnya. (Red)
Tidak ada komentar