Dimensitv.com – Pekanbaru – Dunia pers kembali dihadapkan pada ancaman kekerasan dan intimidasi. Enam wartawan dari berbagai media menjadi korban pengeroyokan saat meliput dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU Tabe Gadang, Pekanbaru, Riau, pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Para wartawan yang tengah melakukan investigasi dan wawancara di lokasi kejadian dikepung dan dipukuli oleh sekelompok orang yang diduga merupakan pengepul BBM subsidi serta oknum petugas keamanan. Tak hanya itu, alat kerja mereka berupa handphone yang digunakan untuk merekam kejadian juga dirusak oleh para pelaku.
Ketua Umum Asosiasi Kebebasan Pers Indonesia (AKPERSI), Rino Triyono, mengecam keras tindakan kekerasan ini dan mendesak aparat kepolisian bertindak tegas.
“Kami tidak akan mentolerir pembungkaman pers melalui intimidasi, apalagi dengan kekerasan fisik terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,” tegas Rino dalam keterangan persnya.
Rino juga meminta Kapolda Riau untuk segera turun tangan dan memproses para pelaku, termasuk mereka yang diduga membackingi aksi kekerasan ini.
AKPERSI menuntut agar Polresta Pekanbaru segera menangkap para pelaku dan mengusut tuntas kasus ini. Rino memperingatkan, jika tidak ada langkah konkret, organisasinya siap menggelar kampanye besar-besaran di media dengan tagar #NoViralNoJustice.
“Kami tidak akan mundur dalam mengungkap praktik penyalahgunaan BBM subsidi, meskipun kami memprediksi proses hukum di Polresta Pekanbaru akan berjalan lambat,” katanya.
Kasus ini menjadi sorotan nasional dan kembali memunculkan pertanyaan soal komitmen aparat dalam melindungi kebebasan pers di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.
“Kami berharap Kapolda Riau menunjukkan keberpihakannya pada keadilan dan perlindungan terhadap wartawan. Jangan biarkan kekerasan terhadap jurnalis menjadi hal yang dianggap biasa,” tambah Rino.
AKPERSI juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan insan pers untuk bersolidaritas dan tidak membiarkan kekerasan terhadap jurnalis dibiarkan tanpa penanganan serius.
Penulis: Seftia
Sumber: AKPERSI DPP
Tidak ada komentar